Welcome Benvenuto Assalamualaikum Bienvenue Selamat Datang hua-nyíng-gua-nglín Willkommen Bienvenido Sugeng-Rawuh hwangyong-hamnida Wilujeung-Sumping Welkom Velkommen Aloha Salamaik-Datang Sawasdee
Showing posts with label totally me. Show all posts
Showing posts with label totally me. Show all posts

Tuesday, 9 January 2024

Best Hindi Movies: My Opinion


 

Weekend kemaren punya cukup waktu yang panjang di rumah. Alhasil, dengan waktu lumayan panjang, saya sempatin deh nonton film. Pilihan film-film yang saya tonton cukup menarik: film India. Bollywood, acha acha... Hahaha...

Klu dibilang sebagai penggemar film India, engga juga. Tapi saya sudah tonton beberapa judul film India, dan cukup bagus, menurut saya. Temanya memang umumnya tentang cinta, tapi tidak semuanya dalam konotasi romansa. Ada cinta anak pada orang tuanya, cinta pada sesama, bahkan ada yang menggambarkan kecintaan kepada identitas seperti agama, suku dan bangsa. Beragam.

Film India pertama yang saya tonton secara menyegaja adalah Kuch-Kuch Hota Hai. Lejen banget ya. Saya masih SMA kelas satu saat Film itu booming. Teman kelas saya, cewek tentunya, memaksa saya untuk menonton film tersebut, karena bagus katanya. Akhirnya, saya dan beberapa orang teman nobar di rumah teman cewek tersebut. 

Bagus. Berbeda. Cukup menarik. Begitu kesan pertama saya setelah menonton Kuch-Kuch Hota Hai. Setelah film tersebut, hingga saat ini saya sudah tonton beberapa film India. Ga terlalu banyak juga, tapi lumayan lah. Mayoritas memang diperankan oleh Shahrukh Khan. 

Nah, dari beberapa film yang sudah saya tonton, berikut tujuh film India terbaik versi saya. Tujuh saja, karena referensi saya juga ga banyak dan saya suka angka tujuh. Hehehe. Saya urut dari nomor tujuh ya.

7. Hichki


Film ini dirilis tahun 2018, tapi saya baru tonton kemaren, pas libur panjang. Hehehe. Film ini dibintangi oleh Rani Mukherji, pemeran Tina di film Kuch Kuch Hota Hai. Sebenarnya ceritanya banyak kita temui di film-film lain sih. Ada guru baru, terus harus mengajar anak-anak "bermasalah" dalam satu kelas. Gurunya dijaili tapi tetap tegar. Lalu karena saking bermasalahnya, mereka mau dikeluarkan oleh pihak sekolah. Sang guru baru ingin mempertahankan anak-anak tersebut, guru lain menentang, namun akhirnya Guru baru berhasil membuat mereka "tidak bermasalah" lagi, dan akhirnya bisa membuat bangga sekolah karena prestasi mereka. Banyak kan ya film seperti itu. Hal yang menarik adalah sang guru, Naina Mathur, mengidap Tourette Syndrome. Sebuah penyakit yang membuat penderitanya melakukan gerakan atau ucapan yang berulang tanpa disengaja dan di luar kendali.  Nah di film ini sang pemeran utamanya selalu cegukan, hichki-bahasa Hindi yang dalam bahasa Indonesia berarti cegukan.

Menurut riviunya, film ini diproduksi dengan bajet yang tidak terlalu besar namun mampu menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi. Di tahun rilisnya, film ini merupakan salah satu film India dengan pendapatan tertinggi, bahkan filim ini merupakan salah satu film India dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa untuk kategori protagonis yang diperankan oleh perempuan. Wow.

6. Kabhi Khusi Khabie Gham


It's all about loving your parents. Begitu tagline dari film ini. Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kira-kira terjemahan dari judulnya adalah 'kadang suka kadang duka'. Seperti cerita di filmnya yang bergantian antara suka dan duka. Secara umum, film ini menggambarkan cinta dalam keluarga. Cinta orang tua pada anaknya, cinta adik pada kakaknya, dan juga cinta akan tradisi.

Film ini merupakan satu dari beberapa kombinasi antara Sharukh Khan dan Kajol. Juga kombinasi antara Rahul dan Anjali. Menurut saya, Rahul dan Anjali begitu iconic. Sudah seperti Romeo dan Juliet, Samson dan Delilah, Rangga dan Cinta. Selain SRK dan Kajol, film ini juga menghadirkan Amitabh Bachchan dan istrinya Jaya Bachchan. Amitabh adalah Superhero-nya perfilman India. Sudah seperti Rhoma Irama di dunia Dangdut. Muncul juga Rani Mukherji, sebagai pelengkap segitiga Rahul dan Anjali seperti di film Kuch Kuch Hota Hai.

5. Kuch-Kuch Hota Hai


Hmmm...film ini. Di Indonesia sangat terkenal, bahkan hingga saat ini. Bahkan Shahrukh Khan pernah diundang hanya untuk lip sync lagu-lagu di film ini. Ada begitu banyak gubahan dan parodi lagu-lagu di film ini. Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini adalah film India pertama yang saya tonton dengan menyengaja dan emang berniat untuk menonton sebuah film India, dari awal sampai habis. Sebelumnya, saya tentunya sudah pernah nonton film India, tapi di TV, dan sering kali bosan dan tidak selesai, karena memang bukan penggemar. Namun setelah menonton film ini, daftar film India yang sudah saya tonton jadi banyak. Lumayanlah lebih dari sepuluh. Hehehe...

Saya mungkin tak perlu cerita filmnya tentang apa, banyak orang sudah tahu tentang kisah cinta Rahul-Tina dilanjut dengan Rahul-Anjali. Tapi buat saya, yang paling berkesan dari film ini adalah siulan khasnya Rahul, dan cara tos-nya Rahul dengan Anjali. Sampai-sampai saya pernah mepraktekkannya dengan seorang teman ketika SMA dulu. Sekarang pun, saya mengajak anak perempuan saya untuk melakukan tos seperti itu. Dulu dia mau, sekarang udah engga. Ga tau kenapa 😁.

Satu lagi, menurut saya, "your best friend is your best lover". Jadi, mari berteman?

4. Slumdog Millionaire


Ini film India bukan sih? Setting dan pemerannya memang dari India, tapi klu kata wikipedia, ini adalah film Inggris. Sutradara, produser, dan Rumah Produksinya memang bukan dari India. Hmm..jadi masuk list ga ya. Serunya cerita ini karena seorang janitor di sebuah perusahaan telekomunikasi berhasil masuk sebagai peserta Who Wants To Be A Millionnaire versi India. Hebatnya, dia berhasil menjawab seluruh pertanyaan dan mendapatkan hadiah utama. Namun sebelum sampai ke pertanyaan terakhir, Jamal, nama pemeran utamanya, disiksa oleh Polisi karena dicurigai melakukan kecurangan. 

Film ini disertai dengan sebuah "kebetulan" yang terus menerus dimana setiap jawaban pertanyaan kuis, pernah dialami langsung oleh Jamal dalam hidupnya. Dengan alur maju-mundur, kita disajikan bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup kita, selalu ada makna di dalamnya, entah kita sadari atau tidak.

Pertanyaannya, klu orang biasa-biasa terus dapat hadiah sebegitu banyak, kira-kira bakal ngapain ya? hehehe... Bakal banyak yang datang pinjem uang kayaknya ya. Hehe.. 

3. Pad Man


Selain Hichki, film ini juga baru saya tonton dan menurut saya film ini sangat bagus dan menarik. Klu dari judulnya, seperti film superhero ya. Tapi mungkin film ini bisa juga dikategorikan sebagai film Superhero sih, superheronya istri. Hehe. As the name suggest, the movie is about Pad. Sanitary pad to be exact. Yup. Pembalut.

Film ini menceritakan bagaimana perjuangan seorang suami untuk melakukan apa saja untuk membuat istrinya bahagia. Bagaimana sebuah niat baik berlawanan dengan tradisi. Tradisi akan ketabuan mengenai haid jika dibahas oleh kaum Pria. Di sisi lain, film ini juga memperlihatkan bagaimana tanpa edukasi formal yang cukup, Laxmi, nama tokoh utamanya, mampu menjadi inspirasi dengan kemampuan teknik yang ia miliki sehingga akhirnya dia memperoleh Padma Shri, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat sipil.

Cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sosial-entrepreneur dari Tamil-Nadu yang mampu menciptakan mesin pembuat pembalut sehingga harga pembalut menjadi sangat terjangkau di India, serta perannya dalam kampanye dalam meningkatkan kesadaran warga agar menjauhi praktik yang tidak higienis dalam menghadapi menstruasi.

2. 3 Idiots

Nah, ini sebuah film yang unik, lucu, dan cukup seru. Alur ceritanya maju mundur dan tokoh utamanya diceritakan dari sudut pandang orang lain. Lalu? ya lalu klu mau tau ceritanya, tonton saja. Atau baca di Wikipedia juga cukup. Hehehe. Tapi satu yang pasti, saya suka bagian endingnya. Plot twist.

Hal yang membuat saya terkesan adalah bagaimana seorang begitu ingin mendapatkan ilmu tanpa memperdulikan "cara"nya. Film ini juga memberikan kita inspirasi bahwa dengan pintar saja tidak cukup, tapi juga harus deilengkapi dengan nurani sehingga kita tidak menjadi Robot. 

All is Well.

1. My Name is Khan


Oke, secara rendapatan 3 Idiots jauh melebihi film ini, tapi saya sedikit memberikan kredit lebih untuk My Name is Khan. Film yang sarat pesan moral pasca tragedi 11 September. Tragedi teroris terbesar, dan Islam "dijadikan" tersangka. My Name is Khan and I am not a Terrorist. Begitu kalimat yang diucapkan Rizvan Khan saat ditanya namanya.

Selain pengulangan romantisme Shahrukh Khan dan Kajol, film ini juga menampilkan sisi menarik "cara hidup" seseorang penderita Asperger Syndrome, yang dimainkan dengan sangat baik oleh King Khan. Secara ringkas, Anda akan disuguhkan tentang Kisah Cinta, Islam, dan Autism dalam film ini.

So, itulah film India yang terbaik menurut saya. Dari sedikit referensi tentang film India yang saya punya, itulah tujuh terbaik. Diawali oleh seorang penderita sebuah penyakit, dan ditutup oleh sebuah cerita yang tokohnya juga menderita sebuah penyakit.

Film India, atau Bollywood, terlepas dari tarian dan nyanyiannya, juga sangat menarik klu dilihat dari alur ceritanya. Tak kalah dengan film atau Drama Korea yang kini marak. Bahkan "film India" ada juga yang produksi Hollywood.  

Pada akhirnya, apa pun genre film atau asal film yang Anda sukai, tidak jadi masalah karena menonton film yang tepat tidak hanya membuat Anda terhibur, tapi dapat juga menambah wawasan baik itu bahasa, budaya, sejarah, teknologi, dan lain lain.

Acha.


Share:

Tuesday, 8 August 2023

Pulang


Beberapa waktu yang lalu, saya tak sengaja melihat buku ini di salah satu etalase toko buku terkenal. Sampulnya menarik perhatian saya untuk mengambilnya dan membuka bagian dalam buku tersebut. Wah ternyata buku lama dan ini merupakan cetakan keduapuluh dua. Lalu saya lanjut membaca riviu di bagian belakangnya. Menarik. Dibeli deh. Mungkin dah agak telat ya, tapi tak mengapa, kita riviu sajo. Oya, jangan tertukar dengan karyanya Tere Liye dengan judul yang sama ya...


Novel ini ditulis oleh Leila S Chudori, seorang jurnalis dan juga penulis yang pernah meraih Southeast Asian Writers Award di tahun 2020 lalu. "Pulang" merupakan novel yang mampu membawa pembaca ke dalam perjalanan melintas waktu dan ruang melalui berbagai macam karakter yang beragam dan menarik. Banyak peristiwa sejarah yang diceritakan novel ini. Utamanya lanskap politik tanah air di tahun 60-an di mana saat ini arah politik Indonesia condong ke arah kiri.


Dalam novel ini diceritakan bagaimana kehidupan para aktivis dan keluarga mereka dalam pengasingan. Kita akan dibawa melintasi beberapa dekade dan melintasi beerbagai macam tempat mulai dari Jakarta hingga Paris. Kita akan terbenam dalam kompleksitas kesedihan, kemenangan, dan kehidupan karakter-karakternya. Rumitnya hubungan keluarga, kenangan, dan pencarian identitas diri menjadi inti dari karya ini.


"Pulang" bukan sekadar kisah perjuangan politik; ia juga merupakan eksplorasi mendalam tentang cinta, ketabahan, dan semangat tak tergoyahkan manusia. Keahlian Chudori terletak pada kemampuannya untuk menyatukan sejarah dengan fiksi, dengan lancar menggabungkan ranah personal dan politik, menciptakan kain cerita emosi yang menggugah pembaca. Novel ini juga mampu mengajak pembaca merenungkan tema tentang rumah, identitas, dan pengorbanan yang dibuat demi prinsip. 


Share:

Friday, 2 June 2017

Yuk...

Duh..kasian blog ini. Sudah setahun tidak diisi tulisan... Sering ditengok sih, ganti-ganti template, tapi ga pernah nulis. Padahal banyak hal yang ingin ditulis, dan sudah beberapa draft yang harusnya bisa di-publish. Tapi ya itu, malas. Aneh ya.... 

Sekarang saya pengen nulis lagi, ngisi lagi blog ini. Ya seperti biasa, curhatan aneh-aneh. Barangkali ada yang baca. Btw, semangat nulis lagi karena diperkenalkan teman sama komunitas 1minggu1cerita. Pengen gabung biar rajin nulis lagi. Oya, klu ada yang mau nengok kesana, cek disini. Kalau mau gabung, harus registrasi dulu katanya. Trus kalau enam minggu berturut-turut ga nyetor tulisan, di-kick dari grup. Bisalah ya, satu cerita enam minggu sekali.

Ok, ini pembukaannya, insya Allah akan berlanjut. Ciao.

Makassar, 2 Juni 2017


Share:

Tuesday, 28 June 2016

Cerita Cintaku




sayang...
pertama kali ku melihatmu di hari Jumat itu
aku hanya terpana dan takjub
kau begitu memukau begitu anggun dan mempesona
kau mungil dan lincah
ah... aku hanya tertegun.

sayang...
kucoba mengayuh asa
merapat ke dermaga hatimu yang tak tersentuh
menahkodai sampan kecilku
mencoba menyelinap diantara kapal-kapal mewah itu
sesaat aku terhempas, tak mampu menahan dahsyatnya gelombang hatimu

sayang...
ketika sang Maha Kuasa mencipta
tak seorang pun kan mampu menyela
dan ketika Dia berkehendak
titah-Nya kan terlaksana
begitulah...
hingga sampanku pun mulai menepi dan berlabuh

mereka mencerca mereka tak suka
aku tak peduli dan kau pun begitu
begitulah...
ketika semuanya memang mesti begitu
begitulah...

sayang...
lihatlah daratan kita sekarang
tak seindah nirwana memang
tak semegah istana kayangan
tapi disinilah kita
melabuhkan asa dan impian
menambatkan segala kenangan

sayang...
lima tahun berlalu dari Jumat itu
hari ini Selasa, 29 November 2011
deretan angka penuh makna

sayang...
Aku bahagia mencintaimu.


*Happy 2nd Anniversary*

28 Nov 2011
Share:

Kasih




o bulan

o bintang
o matahari
rindu terpagut
kasih bertaut
hadir mu menepikan luka

29 May 2013
Share:

Thursday, 30 May 2013

Hi Again: My Story

It's been a while since my last post. Recently there are lots of things to do since I have a new role at work. Now my post is at the secretariat of SEAMEO QITEP in Science, an institution under the Organization of Ministers of Education in Southeast Asia. Therefore the scope is pretty wider than before.

Actually I was in this office before as a temporary staff, but when the permanent staff was determined I could not be included because I had to continue my study. Now after graduating from the Indonesia University of Education, granted me a Master degree, here I am behind the desk of the secretariat.

Being a secretary is not something new for me. I was the secretary of the Director of PPPPTK IPA for six years. I afterward had worked in the evaluation section for a couple of months but then made that quick movement to Qitep in Science. All and still, anywhere the boss places me, I am ready!

Back to my years in campus. I started the class in 2010 and graduated in 2013, two and half years: not so bright yeah. I took English education as my major. During the days on campus, there were lots of things to remember, the lectures, the lecturers, friends, assignments and so many other things.

Started from the lecture. Functional Grammar and Pragmatics were my favourites. They were just new for me. IMO, the Functional Grammar subject gives a new sight of English grammar. It sees grammar in different ways. Basically, as my lecturer says, talking about FG we will talk about its basic notions; text, context, intertextuality, and metafunctions. I will try to talk about these notions later. Then the Pragmatics, it is a very interesting topic to learn. Learning about how language is used and how meaning is conveyed. There are presupposition, speech act, implicature, explicature, politeness, and so on and so forth. Very interesting since I didn't get such lectures at undergraduate studies.

Let's move to the lecturers. First thing first, Dr. Emi Emilia. Almost every single student from the postgraduate studies knows her very well. She is the head of English program. She's smart, bookaholic (my own term, meaning a book lover), she's funny and she's so Sundanese (she's from Garut indeed). There was a time when she taught the FG in my class when she used Sundanese throughout the lesson and my Javanese classmates could only be dazed. Her favourite lines were "boloho" and "Baca! Baca! Baca!". Amazing. Next is Prof. Aminuddin Aziz, the Pragmatics Ranger as he calls himself that way. I heard that he earned his professorship at a quite younger age compare to others (not so many could earns a professorship at 40 or less). What words to use to describe the Professor? hmm... smart? absolutely! assertive? hmmm... but one thing for sure, he has a charming aura; that's what my friends told me and I agree. Last but not least, Dr. Iwa Lukmana. Actually he didn't have the chance to teach me in the class because he taught the other two classes. But, I chose him as my supervisor when writing my final paper. He's quite unique, lots of fun, and I feel he's so much helpful. Thank you Sir. There are so many others but I just can't tell them here one by one. All in All, thank you very much for the knowledge and everything.

Prof. Aminuddin and the Rangers. (left to right: Yani, Rina, Wiji, Mufi, Fat, Prof. Amin, Wawan, Ida and Shanti. Where is me?)
The Rangers. Yup, we call our class as the Rangers. How can we come up with this name? You might be able to guess. Yup, It firstly came up in Prof. Amin's class. When he runs his slides, his first slide showed "Welcome to Pragmatics World with Pragmatics Ranger". All of the sudden, my friends and I looked at each other and giggled. Ranger... Then we agreed to name our class after Prof. Amin's idea, the Rangers. Then I just found out that the other two classes also gave their class a nickname. Class A called themselves as The Awesomers and class B had The Plan B as their nickname.
The Rangers reached their madness at the third semester. We did lots of fun activities and our favourite was going to Karaoke. Come on guys, let's rock the NAV! Besides, we also loved hiking. Our favourite track was of course Dago Pakar - Maribaya. What a lovely day, my friends.
Maribaya
One day we might be able to share the laughter, pals.

The last thing you might remember for a quite long time when you take postgraduate studies in UPI is the assignments. Ok, all postgraduate students must be ready for assignments but in my program study, it's WOW! "sesuatu banget". You will find a research-based paper for every subject, but I think that is a good thing to train the students to write a research-based report. Alhamdulillah, those years has gone by.

Now is the time for me to implement what I've got and be a better staff, better person for a better future, as Jack Dawson said in Titanic, "to make each day count".

Share:

Monday, 21 January 2013

Our Songs

Ok, I know you're gonna be mad at me knowing that I prefer writing in this blog to revising my thesis. Well honey, I need a break :D. Now, we've been together for years. We have two gorgeous children and they are very gorgeous, indeed. The spirit of our lives.
To remember the old days, I want to list our 10 memorable songs. The songs that accompany our stories. In other words, These are our soundtracks. FYI, you introduced me most of the songs in the list. You brought me a new life. New chapter in my life. Hence, let's start to countdown the list, shall we?

10. Jealousy - Queen

Aha, our very first song is the romantic and melancholic song by our favorite band, Queen. In today's word, lagu galau. Haha...  I fell in love once I heard the song. So beautiful. Actually, you gave me this song accidentally. If I'm not mistaken, at that time, I asked for a song, but then you copied me several songs including this one. This was one of my favorites, moreover the situation was so supportive. I was the one who sought for a chance, at that time. The song matched the circumstance. Oh how wrong can you be, to fall in love was my very first mistake?
*was it my mistake to fall in love with you?

09. She - Elvis Castillo

Next is another beautiful song sung by Elvis Castillo and it is also the OST of Notting Hill. Okay, I knew the song before I met you, but it was you who searched and downloaded it for me. You knew so much about songs downloading at the moment. Personally, I like the word She. It represents someone who is destined to be mine. She may be the reason I survive. The why and wherefore I am alive ... Feel like Hugh Grant when singing the song with you.

08. Where are You Now - Jimmy Harnen

Where are you now? is someone there tonight holding what was mine?
haha... what a possessive lyric.

07. Nuansa Bening - Gang Pegangsaan

This is beautiful. Really. In my opinion, this is one of the most beautiful songs ever written by Indonesian musician. O tiada yang hebat ketika kau lewat di hadapanku, biasa saja... 

06. I love you - Sofie

One of the OSTs of BrokeBack Mountain. Actually, this is your song and I believe that there are only few people who know this song. But lately I also like the song. This song is "different". Then, I love you becomes my magic clause ever since- You know what I mean.


05. We could be in love - Lea Salonga & Brad Kane

I used to say we could be in love but now I proudly say, We are in love. XOXO

04. I loved her first - Heartland

When I listened to this song, I imagined that you were marrying somebody else. I listened to this song when our relationship reached its fragile condition due to our own situation. If you had married someone else at that time, I would have said to him, "I love her first!"
*actually, this is a song from a father to his daughter

03. Love hurts - Nazareth

Love will feel so much hurting when reality is against our hope. I listened to the song when we were on the bus after having lunch in Sari Ater. Love hurts, babe!

02. Love of my life - Jim Brickman

Honeymoon song... every morning, every breakfast time... this song was played and played, over and over again... At first, you had no clues whose song it was, then I told you. Now, every time this song is played in Mall, Restaurant, my memory goes directly to our Honeymoon time. Lovely.

01. Old flame can't hold a candle to you - Dolly Parton


I bet you are not so familiar with this song. This is the clue, I played it in front of your house at your birthday while flipping my "cards". This is very good song and Dolly Parton is a good singer as well.
The last card said, "To me, you are PERFECT".

Well, sweetie, those are my 10 perfect songs for us. They are the soundtrack of our love story. The story to be told to our children. We are different, but we are one, in the name of love. I Love You.



Share:

Wednesday, 24 November 2010

Teori Batman vs Teori Alam Semesta

Beginilah jadinya bila anda menikah sama kawan sendiri. Tiap hari becanda terus. ejek-ejekan (tentunya dalam konteks mesra2an). Saya suka bilang ke istri, "duh lemu ne... (duh gendutnya- saya bilang begitu berhubung sang terkasih sedang hamil)". Dia juga suka bilang, "si uda jeleknya... (tentu saja dia berbohong ^_^)". Nah, yang semacam itu sering terjadi. Tentu saja itu membuat kita berdua tersenyum, membuat hidup kita indah.

Lalu, datanglah sebuah kejadian. Dikarenakan saya gak pernah kalah ngomong sama beliau, lalu saya cari saja akal-akal biar menang terus. Jadi begini. Sebelum kita lanjutkan, saya punya tebak-tebakkan garing (sangat memungkinkan hadirin sekalian yang saya muliakan sudah mengetahui tebak2an ini- tebak-tebakkan ini sangat mempengaruhi jalannya cerita cinta ini... cie...cie...). Tebak-tebakkannya begini,

"siapa yang lebih bodoh, Superman atau Batman?" ----> Ya bodohan Batman, sama2 punya sayap, tapi ga bisa terbang.

"siapa yang lebih bodoh, Batman atau Robin?" ----> Ya bodohan Robin, udah tau Batman bego, masih aja diikutin. ^_^

Nah, kalau sang terkasih mengatakan, "ah si uda mah ga bisaeun, dasar teu bisaeun (sekali lagi, pasti dia berbohong)", langsung deh saya jawab, "berarti teu-bisaeun mana saya ma ayang, hehehehe???", dia langsung tersipu malu deh, karena sang terkasih tahu tebak2an Batman tadi. Nah, ketika si ayang cantique bilang, "ayang kan pinter", kembali sang terkasih kalah karena saya bilang, "pinteran siapa, ayang sama saya??". hehehe tentu saja jawabannya saya lebih pinter karena bisa nyari istri yang pinter.

Kemudian kejadian kebalikannya terjadi. Suatu malam saat sedang berduaan saja terjadi percakapan dan saya bilang, "...... nah, saya kan pinter yang, cakep, baik (nah yang ini saya jujur lho mengatakannya)", lalu tiba-tiba si ayang cantique mau mempraktekan teori Batman, dia bilang, "berarti......", belum selesai dia ngomong sudah saya potong, "berarti ayang beruntung. Gini Yang, Allah tu Maha Adil. Dia mencipatakan apa-apa di dunia ini berpasang-pasangan. Kiri dan Kanan, Kaya dan Miskin. Nah, begitu pun kita. Saya yang pinter, dijodohkan dengan ayang yang ......", belum selesai saya ngomong, sambil tersenyum dia meneruskan sendiri, "bodoh gitu maksudnya, jadi ayang yang item sama uda yang putih....". Mendengar itu saya langsung ketawa. Guling guling... hahahaha... si ayang cantique pinter dan lucu itu mengerti maksud saya. Maka malam itu terciptalah teori kita berdua. Teori alam semesta. teori Batman aplikasinya buat si ayang cantique, teori alam semesta aplikasinya buat saya. Hehehehe....

Saya memang gak pernah kalah ngomong lawan si ayang cantique. Ayang surayang, I Love You.

Share:

Thursday, 7 January 2010

Irit, Pelit, atau Parasit

Kehidupan setelah menikah banyak berubah. Itu pasti. Semua orang mengalaminya. Saya pun demikian, dari yang dulunya apa-apa sendiri, sekarang sudah ada yang bantuin. Misalnya mau ke kantor, setelah selesai mandi, baju-celana-kaos dalam-cd semuanya sudah siap, tinggal pake; duuh enaknya. Semuanya serba sudah disiapin, begitu juga masalah makan. Semuanya tinggal nyuap. Tx ya beb.
Berhubung saya masih baru menikah, untuk sementara ini tinggal di PMI alias Pondok Mertua Indah. Selain alasannya nemenin mertua yang dirumah cuma tinggal berdua, alasan lain emang karena lum punya rumah sendiri alias kere. hehehe. Orang bilang sih, tinggal baren mertua kagak enak. Gak bebas lah, mertuanya judes lah. Apalah. Ini itu lah. Lah lah lah deh pokoke. Tapi saya bersyukur karena mertua saya baik plus jago masak. hehehehe. Berhubung sang pujaan hati baru bisa masak air, jadi makan ikut mertua dulu. Meskipun masakan Jawa dan saya orang Sumatra, masakan sang mertua cocok di lidah, pedas dan tidak manis. maknyooosh...
Akhir-akhir ini, untuk makan siang di kantor, saya lebih sering membawa bekal dari rumah (dari rumah mertua maksudnya). Bukannya pelit ngeluarin uang, tapi selain masakannya yang enak, juga bisa ngirit. hehehe. Sebelum menikah dulu, lebih sering makan siang di luar, lumayan, sekali makan bisa sampai IDR 20,000an gitu. Coba kalau sebulan, bisa ngirit banyak kan kalau bekal. Namun acara bekal-membekal ini tentunya tidak setiap hari dan tidak juga dipaksakan harus setiap hari. Selain karena setiap hari Rabu ada jatah makan bersama di Kantor, kita juga sering dapat makan dari kantor kalau ada rapat yang sampai siang belum kelar, lumayan juga kan ngirit. Selain itu, kalau tiap hari terus-terusan bekal, ntar malah jadi parasit sama mertua dong, walaupun beliau tidak keberatan sih..hehehe.
Share:

Wednesday, 6 January 2010

New Year, New Life, New Beginning, New Hope

Hufffffffffff...dah lama ga ngeblog disini...kangen juga, kangen nulis-nulis lagi...
Sekarang dah tahun 2010, sudah sekitar tiga tahun umur blog ini. Dulunya blog ini dibuat untuk ajang Pedekate, setelah pedekate berhasil, rutinitas nulis disini jadi menurun. mungkin karena motivasinya salah kali ya, bukan karena pengen menulis dan mencurahkan isi hati tetapi karena ingin dibaca oleh "target" dan dikasih komen. hehehehe. Sekarang semuanya sudah berlalu, masa pedekate itu sudah tidak ada lagi, jadi ingin menimbulkan kembali hasrat untuk menulis. Kali ini bukan karena faktor darinluar tetapi benar2 menulis karena ingin menulis. semoga saja...

Awal tahun 2010 ini cukup banyak yang berubah dalam hidup saya. Tahun ini memasuki tahun keempat bekerja diinstansi pemerintah ini, semoga saja bisa naik pangkat tahun ini. Aamiin. selain itu, kehidupan pribadi juga sudah berubah. Sang target PDKT sekarang sudah sah menjadi mantan pacar tetapi boleh bobok bareng, hehehe. Yup, Saya berhasil menaklukannya, orang tuanya dan sekaligus menepis keraguan orang tua saya.
Peristiwa naas dimana kebujangan saya direnggut :) itu terjadi tanggal 29 Nov 09 yang lalu. Hari bersejarah itu alhamdulillah kami lalui dengan lancar. Tahun ini, benar-benar serba baru. Semuanya dimulai dengan hidup yang baru, semangat baru dan keluarga yang baru. Ya Allah, lingdungi keluarga kecil hamba, jadikanlah keluarga ini, menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warrahmah, Aamiin. Beberapa foto pernikahan kami dapat dilihat disini. Tahun baru, Kehidupan baru, Awal yang baru dan Harapan yang baru.
Share:

Wednesday, 19 December 2007

MET IDUL ADHA

MET IDUL ADHA ...........
MET LIBURAN JUGA YA.....
hmm... ada yg mau dikurbanin g? ;>
Share:

Friday, 14 December 2007

Daily Note: Jumat. Hujan.

Catatan Sore Hari!
wah, pagi ini seperti biasa, setelah senam, ada pengarahan dari pak Kapus. dilanjutkan dengan penandatanganan souvenir berupa dua buah bola voli. katanya sih bentuk sumbangsih tim voli terhadap kemajuan olahraga di instansi ini (p4tk ipa). Habis tu, biasanya cuma ada gorengan atau maksimal bubur kacang ijo, pagi ini dapat nasi dus. hmm...sayang lauknya pepes ikan aneh.-entah ikan apa itu. yang jelas itu bukan ikan mas, bukan lele, bukan ikan gurame juga bukan ikan paus. baunya tidak sedap menurut saya. ga bikin nafsu makan meningkat. yang ada malah drop ketitik nadir. suit2...bahasanya. tapi akhirnya karena gada pilihan, saya memberanikan mencicipi. ya...gitu deh. engga suka. al hasil, cuma dimakan dikit, sisanya rezeki tong sampah deh.-mubazir banget sih hidup gue.
Hari ini tidak terlalu banyak yang dikerjakan. tadi sempat juga dipijet ama pa edi d perpus. tx pa Edi! Pundak rasanya habis bawa beban seratus ton. sakit banget. siang ini pak herry ke Jakarta. pulang lagi baru hari kamis. hmm... "selamat bertugas deh, pak" :D
Mba' dewi pulang dari Surabaya nanti malam. baru besok nyampe Bandung. berarti baru bisa ketemu senin depan donk ya... hmm lama juga. dah kangen nih. sembilan hari ngga' ketemu. ga ada partner buat makan siang, bingung milih tempatnya. "hari ini kita makan dimana mba'?". Ga ada teman pulang juga. ga asyik pulang sendiri ;>
oke deh, dah jam empat lebih. pulang dulu ah...
Share:

Thursday, 13 December 2007

Semua Karena Cinta

kadang kita tidak mengerti mengapa kita melakukan "sesuatu" yang-menurut orang lain- bisa dikatakan gila. melakukan sesuatu diluar kebiasaan, berepot-repot ria-klu mau dibilang repot- dan rela meluangkan banyak waktu untuk "sesuatu" tersebut. semua karena cinta. mungkin kedengarannya silly sih, 'karena cinta', tapi disitulah uniknya cinta. bisa membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Love, whatever it meant to be, it's a kind of magic and basically beautiful.

Share:

Tuesday, 2 October 2007

Me and My Sisters



















Saya sangat senang sekali ngegodain kedua adek perempuan saya. hampir setiap hari kami selalu becanda. banyak hal yang bisa jadi bahan tertawaan. Kemaren pagi sebelum berangkat ke kantor, saya bersama si bungsu "becanda seru",-disaksikan my mom tentunya.
Hari itu dia kuliah siang hari, nah saat itu dia baru saja bangun tidur. Pagi itu saya bertingkah seperti Mr.Bean-dengan kaos kaki di telinga, dan gelas plastik di mulut. hehehe...
Dengan reflek dia langsung mengambil gambar saya menggunakan kamera handphone. Pagi yang seru sebelum memulai hari kerja.

Nah, klu yang ini adalah kemesraan saya dengan adek saya yang kedua. Tak jarang saya mengganggu dia kalau sedang makan. Seperti saat itu. Dia menyuapi saya. Kalau tidak salah, malam itu saya belum makan dan baru saja pulang, melihat dia sedang makan, minta saja... hehehe.
Saya cukup bahagia dengan ketiga adik saya. Setelah kita tumbuh besar, hidup kami selalu rukun dan menyenangkan. Kondisi ini sangat membuat saya senang apabila dibandingkan dengan beberapa orang teman. Semoga kami selalu begitu hingga nanti. Aamiin.


Share:

Monday, 16 July 2007

1: Civil Servant

Why does this thing valuable enough to be number one? there are many good reasons.
1. Thanks God that I could pass at my first attempt.
2. This may not be a very good choice but every body does want it, and I'm so glad to be one of the them.
3. I met Mba' Dewi
4. At my age, I can plan many things.
5. I got this job just about a month after graduating.
6. etc
Share:

2: Anggraeni Kusumadewi

If someone were to ask me to use a phrase to describe this intelligent lady, it would be "public's sweet heart"; being loved by every body. With that in mind, I thank God given me this opportunity to know her. Every path I walked down with is the best gift of my life. Each and every moment with her is wonderful. To me, she's like an angel that heaven sent me. The goddess of my fairy tale. With all her goodness and weaknesses, I put my heart in.

Then...
What makes a man falling in love with someone? I guess the answer is common, standard. In my case, I just feel that I'll be happy with her and I also feel that I have the capability to make her feel the same way. That's all.

*dear, I really want to spend the rest of my life with you, no matter what. but, eventually the decision maker is Him and the thing I can do is making the effort and praying. 'May God destine us to be'.*
Share:

3: Graduation Day

hmm...yup, this is the day where I'm so proud of myself. The graduation day. May 25, 2006. I was representing my faculty to be awarded by the rector. It was so fantastic moment in my life. it was the result of my hard work (did I?).
The day before I had to attend the rehearsal since I got the chance to represent my faculty but I had a job interview in Sampoerna. So, you know what happen on the day, yup, I looked a bit awkward. But generally, every thing ran very well, I got the first turn to be awarded. wow. it all started from me. wow. the thing that makes me really happy is the governor of West Java, Mr. Danny Setiawan witnessed my graduation day.
What a day!. that day I felt like in bliss, I made my parents proud of having me. Thanks all!.
Share:

5: Failed on SPMB

what would you feel if you fail on thing you wish for? it'd be so disappointing. I hoped so much passing the SPMB test, I registered to ITB's Architect. but what to say, I failed. at first I was so sad moreover some of my friends succeeded. They made it. But, I could take the positive point, maybe Allah has His own path for me. and it's true. I am happy with my decision.
Share:

6: Moved to Bandung

When my father asked me to move from Batusangkar to Bandung, I didn't know what should I do. I was happy because I could gather with my family but I was sad as well because I had to leave so many memories. At first I was afraid how to behave among the Sundanese, how to socialize in the new environment which totally different from my former neighborhood. It was a tough time to me.
Share:

Saturday, 14 July 2007

7: Final Paper Test

one of my big days. the day where I had to present my paper. i couldn't sleep the night before. it was very tough for me and I was so nervous. in the morning, there were issues who are gonna be the examiners. the gossip said that Prof. Chaedar and Prof. Dudih would be the examiners. the rumor was not quiet true, Mr. Dudih's not in charge.
at first, I was tested by Mr. Iwan then Mr. Kunkun and Mr. Chaedar. when I was getting out of the room, I was so happy and relieved. at noon, we were announced that all of us passed the test and awarded Sarjana Sastra. Thanks God.
Share:

c'est moi

Member of

1minggu1cerita