Welcome Benvenuto Assalamualaikum Bienvenue Selamat Datang hua-nyíng-gua-nglín Willkommen Bienvenido Sugeng-Rawuh hwangyong-hamnida Wilujeung-Sumping Welkom Velkommen Aloha Salamaik-Datang Sawasdee

Thursday, 4 October 2007

"Quote of the Day"

Babaju basunggua lusuah
Bakatak-katak ditangan
Alah buliah mangkonyo rusuah
Alah dapek, takuik kahilangan
Share:

Tuesday, 2 October 2007

Me and My Sisters



















Saya sangat senang sekali ngegodain kedua adek perempuan saya. hampir setiap hari kami selalu becanda. banyak hal yang bisa jadi bahan tertawaan. Kemaren pagi sebelum berangkat ke kantor, saya bersama si bungsu "becanda seru",-disaksikan my mom tentunya.
Hari itu dia kuliah siang hari, nah saat itu dia baru saja bangun tidur. Pagi itu saya bertingkah seperti Mr.Bean-dengan kaos kaki di telinga, dan gelas plastik di mulut. hehehe...
Dengan reflek dia langsung mengambil gambar saya menggunakan kamera handphone. Pagi yang seru sebelum memulai hari kerja.

Nah, klu yang ini adalah kemesraan saya dengan adek saya yang kedua. Tak jarang saya mengganggu dia kalau sedang makan. Seperti saat itu. Dia menyuapi saya. Kalau tidak salah, malam itu saya belum makan dan baru saja pulang, melihat dia sedang makan, minta saja... hehehe.
Saya cukup bahagia dengan ketiga adik saya. Setelah kita tumbuh besar, hidup kami selalu rukun dan menyenangkan. Kondisi ini sangat membuat saya senang apabila dibandingkan dengan beberapa orang teman. Semoga kami selalu begitu hingga nanti. Aamiin.


Share:

Thursday, 27 September 2007

Lembur euy...

Seperti yang saya tulis kemaren, kantor saya sedang disibukkan oleh proposal pembentukan Regional Centre di Indonesia, nah saat ini, saya sedang berada di kantor menemani mas yo, yang lagi 'asyik' ngeprint bahan buat dibawa oleh pa HS besok subuh untuk di presentasikan di depan Dirjen. Sebetulnya saya tak sengaja ikut 'begadang'. tadinya saya cuma mampir saja, eh.... ternyata...
Yang membuat pengerjaan lama adalah kendala pada printer. entah kenapa, setiap mau ngeprint, sang Epson R230 tidak mau mencetak, hanya mengeluarkan kertas saja. aneh...
Malam ini cukup dingin. beberapa kali saya harus keluar kantor untuk mengantarkan berkas yang harus dijilid. arggghhhh..dinginnya menusuk tulang!...
well, sekarang semuanya belum beres, bakal sampe jam berapa ya? hmmm...
Share:

Wednesday, 26 September 2007

Polyethylene

by Radiohead

Go.
Disjointed we scare ourselves with all that we wanna be.
Just got paid and now you’re going, how long should you be? I
f I get scared, I just call you.
And i, miss your glow as I unsettle,
Oh I’ll always feel,
I’ll always be.Right.

One, two, three, four.

So sell your suit and tie, and come and live with me.
Leukemia, schizophrenia, polyethylene.
There is no significant risk to your health.
She used to be beautiful once as well.

Plastic bag, middle class, polyethylene.Decaffeinate,
unleaded, keep all surfaces clean.
If you don’t believe in it, sell your soul.
If you don’t get into it, no one will.
Oh...... oh........
Share:

hi...

deuh..dah lama juga g posting2...
ada masalah aneh dengan browser saya. ga bisa login ke mail-nya yahoo ma blogger. kenapa ya? padahal dah ikutin saran2 dari blogger klu ada masalah buat log in tapi teuteup...
mungkin disuruh kerja yang bener kali ya, biar ga browsing2 terus, tapi kan ini hanya waktu luang aja. klu kerjaan kagak ada, dari pada bengong atau ngelamunin yang ga puguh, mending nulis sesuatu atau sekadar curhat...
hmmm..apalagi ya, entah karena ini juga atau engga, akhir-akhir ini saya gampang sekali mood nya berubah-seringnya bad mood sih. kenapa ya? ga tahu juga... hari pertama kali :D
oya, kantor tempat saya bekerja sedang mengajukan proposal untuk dibentuk menjadi regional center untuk kawasan Asia Tenggara. Klu terealisasi, keren juga kayaknya. bakal banyak orang dari Asean yang diklat disini. hmm..tapi apa bisa ya? semoga sajalah. tapi ga yakin deh...-kok pesimis ya. Habis, melihat dari segi sarana dan prasarana, tidak memungkin kayaknya kecuali ada perbaikan besar2an.
what's netx?
next time aja deh...
hehehe...
Share:

Wednesday, 19 September 2007

Nurdin Halid Masuk Penjara (lagi)

Pada dasarnya saya tidak begitu menyukai dunia politik karena penuh intrik dan tipu muslihat. Untuk mendapatkan sebuah posisi, seseorang berani melakukan apa saja, mungkin kedengerannya agak skeptis tapi memang itulah kenyataan dunia politik kita. Nah, saya tertarik untuk mengomentari kasus Nurdin Halid, dimana ia ditangkap karena tuduhan penyalahgunaan dana pendistribusian minyak goreng Bulog senilai 169,7 miliar. Sebenarnya kasus ini telah berlalu sejak 2005 lalu tetapi berdasarkan kasasi Makhkamah Agung, Nurdin ditetapkan bersalah dan harus menjalani masa hukuman selama dua tahun penjara. Yang membuat kasus ini menarik adalah baru-baru ini Nurdin diangkat menjadi anggota DPR dari fraksi Partai Golkar menggantikan Andi Matalatta. Sebenarnya, ketika dilantik menjadi anggota dewan isu seputar kasus tersebut telah beredar. Namun saat itu Jusuf Kalla, ketua umum Partai Golkar, keukeuh mempertahankan Nurdin. Syamsul Maarif, ketua DPP Golkar, juga mengatakan bahwa keanggotaan Nurdin syah karena hanya divonis dua tahun. Beliau menambahkan aturan partai mengatakan kader baru bisa diberhentikan bila dia terkena ancaman hukuman di atas lima tahun dan sudah divonis dengan kekuatan hukum tetap. Lucunya, beredar rumor bahwa partai Golkar telah mempersiapkan kadernya untuk menggantikan posisi Nurdin setelah sang pesakitan ditahan di Rutan Salemba sejak Selasa (18 Sept 2007) Pagi. Kalau jadi diganti, berarti hanya beberapa saat saja Nurdin menikmati posisinya sebagai anggota dewan. Kalau meminjam istilah Pak Herry Sukarman-Kapus P4TK IPA Bandung, bisa dibilang, lakon opo iki, ono-ono bae...
Sebenarnya ini bukanlah kali pertama ketua umum PSSI itu menginap di hotel prodeo. Pada 16 Juli 2004 lalu Nurdin juga sempat memimpin organisasi sepakbola Indonesia itu dari balik jeruji besi atas dugaan penyelundupan gula impor ilegal. Namun saat itu posisi Nurdin tak terusik sebagai ketua umum. Namun melihat kondisi sekarang, sebaiknya PSSI mengadakan Munaslub untuk mencari pemimpin yang baru. Yang benar-benar bersih dari tuntutan hukum.
Share:

Persib = "hanya" GBP 2,9 juta

Liga Indonesia 2007 hampir memasuki akhir musim. Tahun depan rencananya BLI-Badan Liga Indonesia-merombak sistem kompetisi menjadi Liga Super yang hanya diikuti oleh 18 klub terbaik di tanah air. Berbagai ketentuan diterapkan dalam kompetisi yang dianggap paling ideal itu. Diantaranya adalah pelarangan penggunaan dana APBD oleh klub-klub perserikatan untuk membiayai klub dalam berkompetisi. Kebijakan ini tentu membuat klub-klub plat merah tanah air kerepotan untuk mencari dana. Kesulitan ini tidak hanya dihadapi oleh tim-tim kecil, tetapi tim besar yang telah memiliki nama besar dan nilai jual tinggi juga dihadapkan pada masalah yang sama, sebut saja Persib Bandung dan PSMS Medan.
Kedua tim legendaris tersebut musim ini saja mengalami kesulitan keuangan padahal mereka telah menghabiskan tak kurang dari 20 milyar uang rakyat. Keadaan tersebut membuat manajemen kedua klub putar otak untuk mencari dana, apalgi untuk menghadapi Liga Super musim mendatang-dimana kemungkinan kedua klub lolos ke Liga Super amat besar karena saat ini keduanya berada di papan atas klasemen sementara wilayah barat Liga Indonesia.
Sebuah langkah cukup mengejutkan diambil oleh manajemen Persib baru-baru ini. Mereka menawarkan apakah ada pihak swasta yang berani membeli Persib. Harga yang ditawar kan relatif "murah" untuk tim sekelas Persib, yaitu "hanya" 50 Milyar rupiah. Untuk sebuah klub dengan prestasi segudang seperti Persib, harga tersebut tidak cukup tinggi, coba anda bandingkan, apabila nilai tersebut dikonvrsi ke Poundsterling, nilainya "hanya" mencapai GBP 2,9 juta. Awal musim ini saja, Liverpool membeli seorang Fernando Torres seharaga GBP 26 juta! Sungguh perbedaan yang amat besar.
Untuk ukuran Eropa, uang GBP 2,9 juta hanya bisa membeli seorang pemain gurem yang tidak begitu dikenal. Pengambil alihan saham mayoritas klub Liverpool musim lalu senilai GBP 250 juta tentu sangat jomplang bila dibandingkan dengan harga penawaran salah satu klub terbaik Indonesia itu.
Langkah manajemen Persib untuk 'menswastakan" klub pujaan bobotoh itu mungkinlah sebuah langkah yang sangat tepat. Dengan menjadi independen, mungkin bisa menjadikan Persib lebih baik, terhindar dari berbagai intrik kepentingan politik yang senantiasa menghiasi Pangeran Biru selama ini yang seringkali menjadi penyebab kegagalan Persib. Persib mungkin bisa mencontoh Arema Malang, salah satu klub mapan hasil Galatama yang didanai oleh pihak swasta yang mampu berprestasi. Dengan nama besarnya, tentu Persib mampu menjaring berbagai sponsor untuk mengisi kas klub apalagi Persib bukan hanya ikon kota Bandung tetapi sudah menjadi klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Kita harapkan saja, dengan langkah modern ini, Persib bisa lebih maju dan lebih berprestasi kedepannya. Semoga.
Share:

c'est moi

Member of

1minggu1cerita