Wednesday, 12 September 2012
"menulis"
Monday, 28 November 2011
Cerita Cintaku
Monday, 12 September 2011
Trilogi Perjamuan
SEBELUM JAMUAN
Dan
Kumulai semuanya dengan hatiku
ku
petik bulir padi dan sayuran terbaik
dari
kebun jiwaku. Kumasak sepenuh rindu
sepenuh
mesra hingga mengepul segala salam
dalam
darah batinku. Maka aku pun datang
pada
mu,menyeduh teh dengan darahku,
menyiapkan
meja perjamuan.
Sudah
kubayangkan perjumpaan kita
dua
langit pengalaman, dua dunia berlainan
membangun
cakrawala di meja makan
tempat
bermacam dunia
bertautan
menjelma bunga.
Tak
kau lihat kesibukanku
tak
kau tahu keletihanku
sendiri
menyiapkan masakan di dapur
namun
sungguh benar tak mampukah
engkau
dengar desirnya yang berdebur?
DALAM PERJAMUAN
Engkau
telah kekenyangan
dengan
makanan lain, menu lain, perjamuan
lain,
kala kau datang ke mejaku
hingga
anatara sungkan dan tak mengerti
kau
pandangi saja segala masakan
yang
terhidang di meja makan.
Sambil
tak putus-putus bersendawa
kau
sentuh juga dengan enggan
satu
dua makanan dan kau muntahkan
lalu
kau tertidur sambil mendengkur
tinggal
aku termangu
sendiri
bagai orang dungu.
Waktu
makan sudah lewat.
Senja
beringut berangkat
ke
jantung malam.
Nasi
dingin, masakan dingin.
Berkesiur
juga suara angin
Sayur
Basi, teh pun basi
Apa
lagi yang mesti ditangisi.
Kala
matahari bersinar di cakrawala
kau
terbangun tiba-tiba
memanggil
segala orang
mencicipi
ini dan mencoba itu
lalu
sebuah ceramah panjang
tentang
bagaimana mestinya masakan
dihidangkan,
juga cara indah menyusun menu
para
pemujamu mengangguk setuju.
Tinggal
aku termangu
Sendiri
bagai orang dungu
SELESPAS JAMUAN
Semua
telah pergi. Di piring tinggal duri
duri
yang menganga. Jejak-jejak kaki
di
lantai dingin. Tumpahan saus
nasi
basi dan tulang-tulang berserakan
di
paru-paruku. Dari jendela
ku
lihat engkau di restoran lain bersendawa tak habis-habisnya.
Di
sebuah pinggan
ku
lihat sepotong ikan bagai diriku
terendam
di kuah yang salah
hingga
rasanya kikuk dan masam di lidah.
Maka
kukemasi diam-diam sisa bumbu
Kulit
bawwang dan pecahan telur
yang
berserak dalam batinku.
Akupun
belajar memasak bagi diriku
Sendiri.
Sekali saja kau sebut kata perjamuan
piring-piring
di nadiku segera berderak pecah
membikin
hatiku luka parah
Agus
R. Sarjono, 2002
*dikutip
dari Musthafa, 2008: 63-65
Monday, 29 November 2010
Setahun Sudah
Siang dan malamku tak pernah sunyi
canda dan tawamu mengiasi hidup ku kini
setahun sudah, sayang.
tak pernah kubayangkan hidupku kan segembira ini
tak pernah kusangka aku begitu kan bahagia
tak pernah juga ku menduga semuanya begitu indah
setahun sudah, sayang.
Aku selalu mengingat hari itu
Ikrar dan janji itu lantang kuucapkan tiada ragu
dihati kujabat tangan ayahmu, kini ayah kita
setahun sudah berlalu, sayang.
Setahun sudah sayang,
dan aku ingin(meminjam kalimat Chairil Anwar)
hidup seribu tahun lagi bersamamu, sayang.
*) Semoga setiap langkah kita selanjutnya selalu dalam lindungan Allah SWT semoga perjodohan ini, kekal abadi kelak dan kita dipertemukan kembali di syurga. Aamiin.
Wednesday, 24 November 2010
Teori Batman vs Teori Alam Semesta
Beginilah jadinya bila anda menikah sama kawan sendiri. Tiap hari becanda terus. ejek-ejekan (tentunya dalam konteks mesra2an). Saya suka bilang ke istri, "duh lemu ne... (duh gendutnya- saya bilang begitu berhubung sang terkasih sedang hamil)". Dia juga suka bilang, "si uda jeleknya... (tentu saja dia berbohong ^_^)". Nah, yang semacam itu sering terjadi. Tentu saja itu membuat kita berdua tersenyum, membuat hidup kita indah.
Lalu, datanglah sebuah kejadian. Dikarenakan saya gak pernah kalah ngomong sama beliau, lalu saya cari saja akal-akal biar menang terus. Jadi begini. Sebelum kita lanjutkan, saya punya tebak-tebakkan garing (sangat memungkinkan hadirin sekalian yang saya muliakan sudah mengetahui tebak2an ini- tebak-tebakkan ini sangat mempengaruhi jalannya cerita cinta ini... cie...cie...). Tebak-tebakkannya begini,
"siapa yang lebih bodoh, Superman atau Batman?" ----> Ya bodohan Batman, sama2 punya sayap, tapi ga bisa terbang.
"siapa yang lebih bodoh, Batman atau Robin?" ----> Ya bodohan Robin, udah tau Batman bego, masih aja diikutin. ^_^
Nah, kalau sang terkasih mengatakan, "ah si uda mah ga bisaeun, dasar teu bisaeun (sekali lagi, pasti dia berbohong)", langsung deh saya jawab, "berarti teu-bisaeun mana saya ma ayang, hehehehe???", dia langsung tersipu malu deh, karena sang terkasih tahu tebak2an Batman tadi. Nah, ketika si ayang cantique bilang, "ayang kan pinter", kembali sang terkasih kalah karena saya bilang, "pinteran siapa, ayang sama saya??". hehehe tentu saja jawabannya saya lebih pinter karena bisa nyari istri yang pinter.
Kemudian kejadian kebalikannya terjadi. Suatu malam saat sedang berduaan saja terjadi percakapan dan saya bilang, "...... nah, saya kan pinter yang, cakep, baik (nah yang ini saya jujur lho mengatakannya)", lalu tiba-tiba si ayang cantique mau mempraktekan teori Batman, dia bilang, "berarti......", belum selesai dia ngomong sudah saya potong, "berarti ayang beruntung. Gini Yang, Allah tu Maha Adil. Dia mencipatakan apa-apa di dunia ini berpasang-pasangan. Kiri dan Kanan, Kaya dan Miskin. Nah, begitu pun kita. Saya yang pinter, dijodohkan dengan ayang yang ......", belum selesai saya ngomong, sambil tersenyum dia meneruskan sendiri, "bodoh gitu maksudnya, jadi ayang yang item sama uda yang putih....". Mendengar itu saya langsung ketawa. Guling guling... hahahaha... si ayang cantique pinter dan lucu itu mengerti maksud saya. Maka malam itu terciptalah teori kita berdua. Teori alam semesta. teori Batman aplikasinya buat si ayang cantique, teori alam semesta aplikasinya buat saya. Hehehehe....
Saya memang gak pernah kalah ngomong lawan si ayang cantique. Ayang surayang, I Love You.











