Welcome Benvenuto Assalamualaikum Bienvenue Selamat Datang hua-nyíng-gua-nglín Willkommen Bienvenido Sugeng-Rawuh hwangyong-hamnida Wilujeung-Sumping Welkom Velkommen Aloha Salamaik-Datang Sawasdee

Thursday 18 November 2010

Eat Pray Love: bukan review apalagi resensi (?)

ini film terbaru Julia Roberts yang dirilis di Indonesia, atau mungkin juga di dunia. Film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Elizabeth Gilbert yang juga merupakan kisah nyata sang penulis, ber-setting di tiga negara; Italia, India dan Indonesia.
di film ini, menceritakan perjalanan Liz Gilbert dalam pencarian jati dirinya. Dia pergi ke Itali untuk makan-makan, karena memang katanya untuk ukuran bule, Itali adalah surganya, padahal kalau dia tahu dan ma(h)u, dia bisa pergi ke Sumatra Barat untuk menemukan makanan yang lebih nikmat, atau ke Bandung. Jajanan di Bandung kan enak-enak. Gak kalahlah sama Itali. Disana ada Spaghetti, disini ada Mie Kocok, mirip-mirip lah. Mau makan pasta? tinggal beli pangsit goreng, kasih kornet deh (mirip ga??? ndak tau juga. Ndak suka pasta).
Trus dia pergi ke India buat nyari ketenangan. Beryoga, bersemedi, bertapa, atau apalah namanya. Padahal, dia juga bisa tuh, ikutan bertapa sama Ki Joko Bodo, atau Ki Gendeng Pamungkas, atau aki-aki lainnya yang namanya aneh itu. Lebih Mantaff.
Lalu destinasi ketiga adalah Bali. Gilbert Mencari Cinta di Bali atau tepatnya mungkin menemukan cinta. Hmmm... ada hubungan dengan film tentang gigolo Bali kah? tentu tidak. Disana dia bertemu jodoh ama bule lagi. pacaran, konflik, balikan lagi deh. Tapi kok jauh amat ya, nyarinya ke Bali, padahal di New York tempat asalnya juga banyak Bule, harusnya dia pacaran ama Bli-Bli yang di Pantai Kuta aja. hehehe. Ah, namanya juga jodoh. Ketemu mah bisa dimana we...
Tapi ada, hal-hal yang ingin saya protes sebetulnya. Ketika dia bilang mau pergi berkelana itu, dia bilangnya gini klu ndak salah, "I'm going to Italy, India and Bali." What???? Bali, It is supposed to be Indonesia. Haloooo, Bali itu adanya di Indonesia. Persepsi inilah yang sebenarnya harus diperbaiki. para bule pelancong itu taunya, Bali, bukan Indonesia. Klu Bu Gilbert bilang dia mau ke Rome, then New Delhi, lalu ke Bali, itu sih oke walaupun sebenarnya dia harusnya bilang, Denpasar, tapi mendinglah.
lalu ada lagi yang mau saya protes, pas Ketut Liyer ngobrol ma Liz, masak dia bilang Liver sih buat Hati instead of Heart. masa sih dia bilang gitu? kalaupun dia bilang begitu, harusnya Liz tidak mengerti, masa bule ngerti sih Hati = Liver maksudnya Heart??? tapi ntah iya ntah ndak, yang jelas, itu menunjukan orang Indonesia ga bisa coro English, padahal kan ga gitu-gitu amat ya. Palagi orang Bali. Kan pada jago tuh.
Tapi ada juga yang bikin saya kagum, karena saya mengerti kata-kata Scaffolding. Walaupun dalam konteks yang berbeda, setidaknya saya memahami apa itu scaffolding dalam hal teaching strategy. Thanks.
Last, However, I like the movie, and Julia Roberts, of course. and also Christine Hakim, is she minangnese??? o nope, She was born in Jambi. at least She is from Sumatra.
Share:

3 Comments:

dewi said...

mi kan pasta juga ... dan uda sangat suka miiiii ....

zuhe said...

ooo... ngono... hehehe

dasuptoall said...

Pasti nontonna di Ciwalk da!!!!

c'est moi

Member of

1minggu1cerita